Ignis Natura Renovatur Integra. Powered by Blogger.
RSS

56 KM Wireless Through The Rain, Fog & Mountain..

Semoga artikel ini berguna bagi mereka yang akan berurusan dengan komunikasi wireless 2,4 GHz secara outdoor dengan jarak yang cukup jauh (di atas 30 km). Berikut ini adalah pengalaman pribadi saya dengan tim saya.

Mendapat kontrak pekerjaan adalah sesuatu yang menggembirakan sekaligus menjadi sarana untuk mempertajam skill, begitulah pendapat saya. Namun kadangkala pekerjaan ternyata tidak semudah apa yang sudah dibayangkan dari awal. Kami pernah mendapat kontrak untuk mengganti holder antena wireless 2,4 yang sudah tidak memadai lagi (berkarat, korosi dan hancur) dengan holder antena baru buatan kami. Jumlah holder yang diganti sebanyak 10 buah (5 link radio). Namun saat koordinasi dengan pihak customer, saya sudah agak pikir-pikir panjang, bayangkan : 5 link radio, dengan perincian dua link kurang lebih masing-masing dengan jarak udara 56 & 58 km melewati gunung dan perbukitan, satu link sekitar 15 km juga melewati perbukitan, dan dua link masing-masing sekitar 7 km dengan dihalangi bukit yang cukup tinggi. Area tersebut merupakan area yang berbadai, berkabut, lembab dan dengan hujan yang kontinyu. Semua pesawat memakai antena grid dengan polarisasi yang sudah ancur-ancuran, tidak teratur sama sekali (yang penting link, begitulah perkiraan saya).

Saya angkat topi untuk yang pembangun pertama sistim wireless tersebut !

Jadwal pembuatan holder dapat diselesaikan dengan tepat, tiba saatnya pemasangan. Pemasangan pertama adalah pemasangan dua antena holder untuk bridging system di sebuah gunung. Untuk naik ke puncak gunung dimana terletak si tower dibutuhkan waktu sekitar 2 jam berjalan kaki (untuk penduduk asli), sedangkan untuk kami sekitar 3,5 jam dengan nafas yang tersengal-sengal sudah hampir putus. Sesampainya di atas gunung kondisi sudah menjelang badai, suhu dingin yang amat dahsyat sudah mematikan sensivitas jari-jari sehingga tidak bisa lagi meraba touchpad notebook, terpaksa pakai mouse dengan tangan yang gemetar..
tim tower sudah naik di atas tower selfstand dengan ketinggian sekitar 40 meter, menunggu aba-aba dari tim radio... ketika tiba-tiba badai menerjang dengan ganasnya....... cuaca yang amat dingin, kadang hujan membeku jadi es disini... walah kami yang di bawah hanya bisa berlindung di dalam radio shelter punya orang yang bisa dipakai.. sementara tim tower kami terjebak di atas tower di dalam badai yang ganas.....

bersambung.....
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3 komentar sehat ::

mPitzky said...

ini ceritanya yang nulis: a) hypothermia gila sampe jarinya mrudul semua; b) jatoh ke jurang kesamber angin; c) notebooknya yg masuk jurang karna ga dipegangin.

tapi aslinya...

yg nulis males nerusin.


huahaha!!!

DisKonekted said...

nona bisa pegang perkataan saja, toelisan ini akan diteroeskan, walaoe entah kapan... merdeka !

DisKonekted said...

hingga saat ini, saja beloem bisa joega meneroeskan ja...

asem tenan...