Ignis Natura Renovatur Integra. Powered by Blogger.
RSS

The Final Cut

"bagaimana, apa ada perkembangan ?"
"belum, rasanya masih nyut-nyutan, jantung berdebar-debar dan rasa cemas masih tetap ada"
"obatnya sudah habis ?"
"belum, kalo minum obat malah jadi sulit untuk berpikir"
"lhooo, gimana... itu kan memang obat untuk menenangkan pikiran, anda ini sedang tidak boleh berpikir terlalu keras, nanti malah jadi nggak sembuh-sembuh"
"lha saya malah sudah nggak pengin sembuh kayaknya nih".......
"lho, kenapa ??"
"saya menikmatinya"
"wah, nggak normal itu. harus segera ditangani dengan serius! depresi anda sudah berkembang lebih jauh lagi"
".........."
"begini saja, saya sarankan anda untuk refreshing sebentar. lupakan segala macam pekerjaan, lupakan kalau anda punya pekerjaan, lupakan seluruh tugas anda. lepaskanlah."
"..........."
"nanti saya buatkan surat istirahat supaya kawan-kawan bisnis anda tahu bahwa anda harus beristirahat"
(lucunya)
"saya merasa tidak apa-apa begini dok"...
"jangan..., bahaya itu, nanti kalo terjadi sesuatu bagaimana ?"
"tidak apa-apa. saya sudah bisa menerimanya"
"menerima gimana ? anda ini sakit lho !"
"kan dokter yang bilang sakit ? saya nggak apa-apa kok"
"lho katanya masih pusing ?"
"iya tidak apa-apa, saya menikmatinya. pusing diperlukan dalam hidup ini dok"
"wah, lalu apa gunanya anda datang kemari dan berobat selama sekian bulan jika hasilnya begini ?"
".........."
"anda mempermainkan saya ?"
"dokter sendiri yang bilang begitu"
"maaf kalau begitu, silahkan keluar saja. masih banyak pasien saya yang sedang menunggu, bukan orang yang hanya main-main dengan kesehatan seperti saudara"
"saya sakit dok"
"maaf silakan keluar........"
"...................."

dan..............
lelaki itupun keluar dengan gontai, mencoba memahami rasa sakitnya yang ganjil. sakit yang menurutnya nikmat, namun menurut orang lain merupakan semacam kegilaan....

aku hanya bisa memandanginya dengan prihatin, sudah separah itukah diriku ?




@schizophrenia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar sehat ::

mPitzky said...

sudah. nikmati saja. peras sarinya hingga habis. hisap hingga tinggal ampas. to hell dengan semua orang yang merasa lebih tau dari kamu.

mudah bukan?

lalu kenapa sambat?

DisKonekted said...

sambat cari perhatian