Ignis Natura Renovatur Integra. Powered by Blogger.
RSS

Im Schattenreich

Semenit lagi, atau dua menit lagi. Bila saya dapat berjalan ke depan ataupun ke belakang waktu. Barangkali menarik. Barangkali mengerikan. Barangkali membosankan. Bukan masalah mengubah sejarah, karena sejarah adalah awal dan akhir yang sulit bergeser kecuali oleh kelahiran kesadaran yang luar biasa, namun lebih kepada menikmati dan menghayati momen-momen khusus yang sulit diulang kembali. Barangkali ini adalah sebuah terapi. Mengapa terapi ? karena sebenarnya yang dicari dan yang menyebabkan sebagian besar penyakit mental adalah The Moment. Sepenggal waktu yang amat khusus. Seperti saat saya jatuh cinta, atau saat saya kecelakaan hingga hampir mati. Itulah saat –penggalan dalam ruang dan waktu- yang sangat berkesan, hingga bahkan dengan mengenangnya saja saya sudah bisa membuat kesadaran bergeser beberapa langkah kesamping kiri atau kanan.

Dan apabila kita dapat melakukan perjalanan ulang di menit-menit tersebut, dan kemudian kembali lagi ke masa kini –kesekarangan- yang tengah dialami tentunya merupakan terapi yang amat baik bagi kehidupan mental dan spirit kita. Saya akan memilih untuk kembali ke momen, saat dimana saya sangat berputus asa hingga ingin mati supaya dapat menyadari betapa beruntungnya saya hidup di saat ini, yang justru sulit sekali untuk saya hargai secara proporsional.

Satu-satunya kesulitan yang pasti saya hadapi, apabila terlalu sering melakukan perjalanan menembus ruang dan waktu ini adalah terjadinya penumpulan kepekaan jiwa. Mengapa ? Karena seperti layaknya berita kriminal yang diulang-ulang terus di televisi, kejadian yang sangat sadis dan mengenaskanpun bisa saya tonton nyambi makan ayam gorang –dan tetap merasa enak. Sebuah kejadian yang –seharusnya- bisa menimbulkan kemualan, lewat begitu saja, seolah ia hanyalah sekumpulan cerita fiktif, yang berlangsung jauh entah dimana. Dan warna merah darah yang ada di tembok sana seperti berobah makna menjadi saos tomat yang sengaja ditumpahkan untuk memberi warna meriah pada acara yang memiliki rating tinggi itu.

Dengan adanya perjalanan waktu orang lalu bisa menjadi sangat egoistis, pesimistis dan lain-lain is yang “negatif”. Orang bisa menjadi Squidward yang tumpul perasaannya dan tidak bisa menikmati hidup ini karena saat liburan pun tetap dihantui oleh bayang-bayang Spongebob yang hendak membakar krusty crab, tentu saja ini Cuma ada di kepala mr. Squid saja.

Walau hanya semenit, perjalanan menembus ruang dan waktu, walau hanya tubuh etherik atau tubuh astral yang terproyeksikan ke belahan waktu di depan atau di belakang kita, akan sangat berbahaya. Sepercik perasaan saja bisa mengobah perjalanan hidup kita. Jangan bermain-main dengan waktu. Baik ke belakang maupun ke depan. Perjalanan menembus waktu yang sesungguhnya adalah saat kita mengenang atau memiliki harapan akan sesuatu. Hal itulah, kenangan dan harapan, yang membuat kita menghargai kemanusiaan kita. Dan membuat kita tetap menjadi manusia.





:nohope:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 komentar sehat ::

didot said...

kok sangar,,,,sangaratus seket jarene kancaku mas...hehehehe

fauzan said...

:)

Anonymous said...

hey, squid! been there, done dat. waktu itu terlibat perdebatan panjang hampir satu jam via telpon bersama Papap tentang bagaimana jika waktu dibelokkan. gara2 abis nonton pelem dejavu siyalan.

anyhow...
liat elu, liat papap, liat ozan, liat didot. ada satu kesimpulan, bahwa hidup tidak hanya ada di kepala tapi ada pada kerja, mengejewantah pada survival berwujud konsekuensi continuum ad infinitum selama hayat dikandung badan.

monyong! jadi seriyus gini!

Anonymous said...

ra mudeng, meneer!!

Anonymous said...

hmm, "NGRAGA SUKMA"wae,dab!!