Ignis Natura Renovatur Integra. Powered by Blogger.
RSS

The End

Can you picture what we’ll be,
So limitless and free?
Desperately in need
Of some stranger’s hand
In a desperate land



setalah berhari-hari terdampar dalam lembah kemandekan, saya jadi bertanya-tanya; seperti apakah sebenarnya "yang seharusnya" itu terjadi ? apakah tanpa pikiran itu adalah merupakan sebuah kesalahan ? dan apakah pengukur kriteria sesuatu itu salah dan benar ? agama ? kitab suci ? saya rasa kemandekan berpikir tidak disebutkan sebagai sesuatu yang mengandung unsur haram maupun makruh. lalu apa ?

saat saya sudah tidak mempertanyakan lagi tentang tuhan, tentang tujuan, tentang kewajiban hidup, tentang kematian, apakah lalu saya menjadi sesuatu yang "salah" ? saat saya melihat bahwa bunga mawar itu tidak sebagai bunga yang indah berwarna merah namun sebagai bunga mawar, apakah lalu saya kehilangan makna akan "yang sesungguhnya" ? saat saya tidak mempertanyakan lagi tentang kebahagiaan, tentang penderitaan, tentang nasib dan tentang kemengadaan, apakah lalu saya menjadi es batu di dalam gelas, yang mencair terkena panas, lalu berharap bahwa seandainya saja ia hidup di kutub utara saja ............

saya tidak menganggap mengapa dan bagaimana ini adalah pertanyaan. ini adalah jawaban....

This is the end
you gentle friend
This is the end
My only friend, the end
It hurts to set you free
But you’ll never follow me
The end of laughter
And soft lies
The end of nights we tried to die

This is the end

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar sehat ::