setelah absen beberapa lama dari dunia blogger, akhirnya atas permintaan dari diri saya sendiri, saya memulai untuk posting di blog utama saya ini. ada seorang kawan yang komplain mengapa saya tidak menulis seperti dulu lagi ? demikian. namun untuk diri saya, dengan kondisi yang seperti yang sekarang saya alami, sangat sulit untuk memulai lagi sebuah posting yang sifatnya sangat menukik seperti saat-saat dulu (lihat tanggal postingan sebelum ini). hal ini didasarkan atas berbagai peristiwa dalam perjalanan kejiwaan saya yang tampaknya belum juga menemukan "pintu darurat" untuk meloncat dari atap langit dan pulang ke bumi tercinta.
demikianlah. semoga awal yang tidak menentu ini dapat membantu diri saya lebih down to earth.
I Am Back !
antara teman dan teman
kita sering berpikir bahwa seseorang yang memiliki banyak teman adalah orang yang beruntung. Namun bagi saya, pikiran seperti ini amat keliru; sebenarnya apa fungsi seorang teman ? lebih spesifik lagi; untuk apa sebenarnya kita berteman ? sebenarnya, kita mencari teman, karena begitulah yang dianggap normal oleh manusia kebanyakan. Namun sekali lagi; apakah standar normal mereka sudah benar-benar valid ? lalu, apa standar validitas kenormalan manusia ?
sebagai contoh; kita sering merasa kasihan terhadap orang gila. Mereka makan makanan sampah, tidur di jalan aspal yang panas di siang bolong. Namun kita tidak pernah menyadari bahwa mereka lebih bahagia dari kita yang dianggap normal. Buktinya ? lihat, mereka masih bisa tertawa sepanjang hari, tersenyum sepanjang hari, sedangkan kita, kadang dari pagi hingga malam tersenyum sekali pun tidak. Siapa yang sebenarnya lebih ‘normal’ ? kita ataukan mereka ? bukankah mereka cuma kalah dalam jumlah saja ? apabila 90% penghuni dunia seperti mereka, maka kitalah yang lalu dinamakan orang gila oleh mereka.
Bila kita renungkan lebih lanjut, mereka, orang-orang gila itu, bisa bahagia karena tidak ada seseorangpun yang mau mendekati mereka. Dengan kata lain, mereka tidak punya teman. Itulah kunci yang paling mendekati valid dari kebahagiaan mereka. Mengapa para pertapa nenek moyang kita suka mengasingkan diri di hutan, gua, gunung dan sebagainya ? karena mereka memahami prinsip tersebut
Saya tidak menganjurkan supaya orang lalu ingin jadi gila agar hidup bahagia. Semua ini hanyalah gambaran nyata saja. Semacam fakta yang kita lihat setiap hari, dan kita masih bertanya-tanya; mengapa kita sulit bahagia ?
Saya punya teman seorang gila. Kadang ia lebih mengerti saya dari pada mereka yang menganggap dirinya normal. Bila kami bertemu, ia tidak pernah menyapa. Tidak pernah berbasa-basi. Tidak pernah menanyakan masalah saya. Dia hanya tersenyum saja. Hal itulah yang benar-benar membahagiakan diri saya.
By [DisKonekted]
(dulu memang saya pernah dianggap sudah gila)
mindmaker
dari manakah datangnya inspirasi seseorang ? tapi sebentar, apakah inspirasi itu sesungguhnya ? apakah inspirasi sama dengan ide cemerlang yang datang mendadak saat kita sedang leyeh-leyeh sambil makan cemilan? ataukah ia datang dari sebuah proses pembelajaran hidup yang cukup lama ?
menurut saya; inspirasi is nothing ! just a bullshit talk echoing from corner to corner..
mengapa demikian ? karena apa yang selama ini kita anggap sebagai inspirasi sebenarnya bukanlah hasil kerja kita. mengapa ? anggaplah saya sedang menulis puisi yang seolah datang dari inspirasi, namun sesungguhnya, yang saya kerjakan hanyalah sekedar menata kata-kata dalam susunan tertentu yang mengekspresikan ide saya dan yang menurut saya maupun orang di sekitar saya bernilai 'artistik', atau 'nyeni'. hanya itu! menata kata adalah pekerjaan harian manusia, baik dipergunakan secara persuasif, defensif maupun agresif, namun pada intinya sama: menata ide dalam kata-kata. namun bila saya renungkan lebih lanjut, sebenarnya dorongan ide itu bukanlah dari saya. saya hanyalah robot yang sekedar bekerja tanpa sadar menata kata-kata karena tiba-tiba pikiran atau perasaan tertentu menyuruh saya melakukannya. pikiran atau perasaan itu muncul karena reaksi terhadap suatu penyebab, yang tentunya berasal dari luar diri saya. dan karena itu saya tak ubahnya boneka bertali yang digerakkan entah oleh siapa untuk menulis sebuah puisi; dan saya menamakannya: inspirasi.
apakah terlalu fatalis ?
tidak juga
sepanjang hidup saya, selalu ada penyebab yang menggerakkan diri ini dari luar. seulas senyum manis dari si gadis desa sebelah akan menggerakkan mesin pikiran dan emosi dalam robot bernama manusia ini untuk mengolah data sepanjang hari. pikiran akan larut dalam upaya memikirkan taktik untuk menggaetnya, sedangkan emosi akan tumbuh perlahan-lahan sebagai ketertarikan yang dinamakan cinta. namun itu bukanlah 'saya' yang sesungguhnya. itu adalah kerja dari berbagai sistim insting, emosi gerakan dan pikiran dalam bekerja memproses input senyuman manis si gadis desa sebelah. saya yang sesungguhnya tidak sadar mengapa itu bisa terjadi. coba tanyakanlah; mengapa saya berpikir terus tentang si gadis ? mengapa sesuatu yang selama ini saya sebut sebagai diri saya tidak mampu untuk mengendalikan kecenderungan itu ? mengapa saya membiarkan diri saya dikendalikan oleh seulas senyuman manis ? apakah senyum itu adalah inspirasi bagi anda juga ? im sorry, for me its just a bullshit talking that echoing from corner to corner...
by [DisKonekted]
[penganut sinisme akut]
Why I am Being DisKonekted ?
Some people ask me why I am choosing DisKonekted as my name. Its been a long story, but in fact, I was really disconnected from this (or your) "real world". I live in a different state than something wrong that you call that "reality". My mind was not set up to living here normally "to face reality".
I am no one
I am emptiness
I am nothing
You may say I am an insane person, but you’re right; I have no sanity in my mind. But, inside myself, I am happy. My happiness is the same with something ridiculous that you call it "sadness".
Yes, I am already dead from this world, I am DisKonekted from this world of yours.
I am Being DisKonekted :
It means that there is an empty space between me and you,
It means that we were clearly separated.
Am I an nihilist ?
You know that better than me!
Whats Wrong With My Ear ?
At my old age, I still like to heard terrible sound that people called "black metal". Why ? I don't know exactly, but when I hear :
"rite of the pentagram"
"call of the cthulu"
"morbid vision" etc, etc..
my mind was feel better than before. I feel coming back to live.
Just it !
Symptomps of My Schizophrenic Mind
Pernyataan :
1.Tuhan Maha Kuasa
2.Tuhan Maha Pencipta
Adalah benar.
Pertanyaan :
Mampukah Tuhan menciptakan batu yang sangat berat hingga Dia sendiri pun tidak sanggup mengangkatnya ?
Jawaban :
1.Bila mampu = Tuhan tidak lagi Maha Kuasa
2.Bila tidak mampu = Tuhan tidak lagi Maha Pencipta
Apa jawaban anda ?
Apa jawaban saya ?
Ask Yourself!
"Bad! Bad! Look-isn’t he going backward ?"
Yes, but you misunderstand him if you complain of it. He is going backward like someone who is about to take a great leap.-
---
Insanity is the exception in individuals. In groups, parties, poeples, and times, it is the rule.
---
(Beyond Good and Evil)
memorabilia
kepada: TF
biarlah,
aku menyimpanmu sebagai mata air
dalam kenangan
yang akan kukunjungi saat hausku tlah menjadi pedih
biarlah,
aku menyimpanmu sebagai puisi
yang akan kubuka saat tidurku kehilangan mimpi
biarlah,
aku menyimpanmu sebagai berhala
dalam khayalan
tempat aku bersimpuh menangis
saat batinku merindukan ibu
biarlah,
kau menjadi selembar undangan
yang tak kubuka
dari dunia yang kutolak
sebab cahayanya membutakan mataku"
PPS
(sweet forest, 6 mei 2005)
about her
akan kucatat namamu
dengan tinta kesungguhan
dalam lembar tersembunyi
buku nyanyian hidupku
nyanyi rindu nyanyi duka
lagu hidup lagu cinta
di mana kata-kata terlalu kotor
untuk menjadi liriknya
from PPS edited by tanpa_nama





